
Jalannnya RAK kali ini berbeda dengan RAK yang sebelumnya. Kepengurusan HMI KOMFIS UNSOED mengalami masa jabatan sampai 2 tahun kepengurusan yang dampaknya adalah terlalu banyak permasalahan baik di internal Komisariat maupun di tingkat HMI cabang Purwokerto. Erwin, ketua umum HMI cabang Purwokerto dalam forum Laporan Pertanggungjawaban Pengurus HMI KOMFIS mengatakan, “Sebenarnya banyak sisi positif dari kepengurusan HMI KOMFIS, yang menjadi permasalahan mendasar sebenarnya cuma ada pada semangat dan solidaritas antara pengurus KOMFIS saja. Karena evaluasi secara umumnya adalah banyak program yang tidak terselenggara karena kurangnya koordinasi antarpengurus”.
Secara keseluruhan, HMI Komfis kepengurusan Bambang Wibiono dinilai banyak kekurangan dan banyak evaluasi di tingkatan koordinasi. Syahid Muthahari M, Kabid PTK HMI KOMFIS demisioner menambahkan, “kultur kajian pada masa kepengurusan HMI memang sangat kurang terbangun, beberapa waktu lalu saya di PTK mengadakan kajian tentang Pemikiran M.Natsir, Perkembangan Kapitalisme-Neoliberalisme, saat itu banyak diminati, tetapi pasca itu banyak kader yang tidak mengikuti kajian-kajian yang diadakan”.
Malam-pun semakin dingin, tetapi tidak menyurutkan semangat berdiskusi peserta RAK HMI Komfis Purwokerto. Banyak harapan-harapan terlontarkan dalam forum RAK kali ini, semoga tercapai semua harapan HMI Komfis demi terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT. Yakin Usaha Sampai akan tetap menjadi prinsip yang relevan untuk melanjutkan gerakan keumatan di HMI Cabang Purwokerto dan HMI Komfis pada khususnya (tno).