Tampilkan postingan dengan label berita seputar Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita seputar Banyumas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011



Aksi "Selamat Datang" Mendiknas

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 01.04

LAPMI PWT: Dilaporkan dari Purwokerto. Pagi hari (Jum'at, 1/4/2011), sekitar pukul 09.00 waktu setempat segerombolan mahasiswa sudah berkumpul di halaman kampus FISIP Unsoed. Beberapa dari mereka membawa bendera, spanduk, dan poster berisi tuntutan mereka. Ternyata dikabarkan bahwa pada hari itu Menteri Pendidikan Nasional akan datang ke Universitas Jenderal Soedirman untuk meresmikan gedung auditorium baru yang diberi nama Graha Widyatama.

Ternyata ini adalah bentuk aksi Selamat Datang bagi Pak Menteri. Sekitar ratusan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menyambut kedatangan Mendiknas. Aksi dilakukan sekitar pukul 09.30 wib. Massa yang terdiri dari mahasiswa baik BEM, UKM, maupun Ormas itu menuntut untuk menghentikan komersialisasi pendidikan. Mereka juga menuntut dicabutnya PP No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.


Massa bergerak dari dalam kampus menuju lampu merah pertigaan jalan kampus dan melakukan orasi. Setelah itu massa bergerak menuju depan gedung auditorium yang terletak di samping kampus FISIP, Jalan HR Boenyamin, tempat di mana Mendiknas akan singgah. Di pinggir jalan, depan gedung, massa kembali melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Karena pintu gerbang gedung ditutup dan dijaga oleh keamanan, massa hanya bisa berorasi di pinggir jalan tepat di depan gedung.


Salah seorang mahasiswa perempuan bernama Siti Nur Rahmayanti, yang mengatasnamakan dirinya dari HMI-MPO sempat memanjat tembok pagar gedung setinggi 2,5 meter dan melakukan orasi, berteriak lantang dari atas. Aksi ini sempat mendapat perhatian publik yang ada di situ.


Setelah berorasi di depan gedung, massa kembali menuju pertigaan jalan kampus dan melakukan aksi tidur di jalan sebagai bentuk protes dan bentuk simpati akan carut carutnya pendidikan di Indonesia. Sebelum massa membubarkan diri, mereka memasang sepanduk di pagar kampus FISIP yang berisi tuntutan mereka. Massa membubarkan diri sekitar pukul 11.30 wib. (wibiono)



Rabu, 20 Oktober 2010

Pernyataan Sikap dan Tuntutan

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 23.24
Aliansi Rakyat Banyumas Bersatu (alat bambu)
HMI (MPO), BEM FISIP, FMN, GMNI, HMI Dipo, IMM, PMKRI, PMII, KAMMI, LMND IPM, SRMI, BEM Unsoed

20 oktober, tepat satu tahun pemerintahan rezim SBY-Boediono jilid 2 berkuasa. setelah satu tahun rezim ini memerintah, banyak sekali terjadi persoalan yang memicu gejolak sosial masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terihat dari berbagai sektor mulai dari wilayah pendidikan, kesehatan, penegakan HAM, supermasi hukum, korupsi, lingkungan hidup, dll. yang belum terselesaikan sampai sekarang dan manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh rakyat. Program-program yang ditawarkan SBY pun tidak dapt menjawab permasalahan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah orientasi program pemerintah seama ini hanya bersifat sektoral, bukan holistik. Selain itu, pemerintah lebih mengutamakan proyek-proyek pembangunan belaka tanpa membangun peradaban publik yang layak.

Bila kita mengacu pada data BPS tahun 2010, menunjukkan bahwa dari persebaran jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,6 juta jiwa, angkatan kerja negara Indonesia berjumlah 116 juta. Dari jumlah tersebut, jumlah pengangguran sebesar 8,9 juta, sedangkan anka kemiskinan mencapai sekitar 32,74 juta jiwa. Lebih dari 53 juta orang bekerja sebagai buruh, dan 42,83 juta lainnya bekerja sebagai petani.

Sementara, hutang luar negeri Indonesia tercatat sebesar 2500 trilyun rupiah, diantaranya dibuat selama 5 tahun pemerintahan SBY sebesar 300an trilyun. Belum lagi kerugian negara akibat illegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 trilyun/tahun. Semakin merebaknya kerusakan ekologis dan alih fungsi lahan dari program develpmentalisme, hampir di seluruh penjuru bumi pertiwi mengakibatkan banyak terjadi bencana alam seperti: bajir, longsor, dl yg banyak menelan korban.

Berangkat dari keadaan obyektif ini, kami dari ALATBAMBU menuntut SBY segera menyelesaikan permasalahan ini. Maka dari itu kami menuntut:
1. realisasikan angaran pendidikan 20%
2. berikan lapanga pekerjaan
3. akses kesehatan untuk seluruh rakyat
4. tegakkan hukum dan usut tuntas kasus pelanggaran HAM
5. menghentikan pemerintaan neolib
6. hentikan eksploitasi hutan dan alih fungsi hutan
7. berantas korupsi tanpa tebang ilih
8. bangun sumber ketahanan pangan nasional melaui keuatan otonomi daerah
9. hapus hutang luar negeri Indonesia
10. jaga integritas dan kedaulatan negara
11. nasionalisasi industri pertambangan.

Apabila tuntutan ini tidak dapat direalisasikan, maka kami meminta dengan hormat kepada SBY agar berkenan untuk MUNDUR dari jabatannya.

Selasa, 12 Oktober 2010

Aksi Si Jago Merah Mengguncang Purwokerto

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 18.05

LAPMI-PWT- Purwokerto, di pagi hari yang sejuk tiba-tiba Purwokerto dihebohkan sebuah peristiwa kebakaran hebat. Kebakaran terjadi di sekitar jalan kampus, tepatnya di samping AlfaMart yang berada di pertigaan jalan Madrani, Kelurahan Grendeng.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 05.00 wib (13/10/2010) ketika sebagian warga Kelurahan Grendeng dan sekitarnya tengah asyik menikmati dinginnya udara pagi. Seketika banyak orang yang berhamburan ke luar rumah dan berteriak tidak jelas. Terang saja, dari jarak 500 meter terlihat kepulan asap hitam pekat membumbung tingi di angkasa yang menandakan si jago merah tengah "mendemonstrasikan" aksinya melahap apa yang ada. Setidaknya ada tiga bangunan berikut isinya, sebuah mobil pick up, serta sebuah sepeda motor yang ludes dilahap si jago merah ini.

Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan api. Kurang lebih 45 menit api baru bisa dipadamkan. Sebelumnya api sempat membesar kembali ketika hampir padam akibat kemacetan alat pemadam yang tiba-tiba tidak dapat menyemprotkan air.

Hingga sejauh ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran hebat yang terjadi di jalan kampus ini. Dugaan awal adalah akibat kompor di salah satu warung. Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta karena toko bangunan yang berada di sebelahnya ikut terbakar beserta mobilnya.
(BMW)














Kamis, 22 Juli 2010

Penembakan Aktivis: Lagi-lagi Pelanggaran HAM

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 08.16

StayTuned-Purwokerto- Lagi-lagi kasus pelanggaran HAM terjadi di negeri ini. Ini dialami oleh para aktivis pembela HAM dan keadilan.. Belum lama terjadi kasus penganiayaan terhadap aktivis ICW , Tama Langkun yang diduga karena kasus yang sedang ditanganinya, yaitu kasus rekening gendut petinggi Polri.

Baru kemarin, tanggal 19 Juli telah terjadi pembunuhan oleh oknum polisi kepada aktivis dari LMND (Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi) yang bernama Herman di Garut. Menurut beberapa sumber berita, Herman tewas karena ditembak oleh oknum polisi. Ini sesuai dengan pernyataan Hilman Afriandi selaku ketua umum LMND. Seperti yang dilangsir oleh TribunNews.com (Kamis, 22/7), menurutnya pembunuhan itu terjadi setelah ada aktivitas politik LMND pagi harinya di PT Chevron.

Herman aktivis yang aktif dan turut serta mendorong dan memimpin aksi-aksi penolakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL), penolakan korupsi, serta memberi advokasi rakyat dan terlibat dalam koordinasi perjuangan ke PT Chevron. Karena aktivitasnya ini, akhirnya nasibnya berakhir di ujung mata peluru seorang oknum polisi yang seharusnya sebagai penegak HAM.

Aksi Solidaritas Purwokerto

Malam ini (22/7/2010), bertempat di depan kampus Unsoed Purwokerto digelar aksi solidaritas terhadap kasus pelanggaran HAM yang menimpa para aktivis, termasuk Herman. Aksi ini diikuti oleh beberapa elemen gerakan di Purwokerto seperti LMND, HMI, PMKRI, SRMI. Aksi ini dilakukan dengan diskusi dan refleksi terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM pasca meletusnya gerakan reformasi 98. Dalam aksi, masa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Ternyata demokrasi yang saat ini bergulir masih kamuflase belaka. Seperti yang diungkapkan oleh Erwin Asrizal selaku Ketua HMI-MPO cabang Purwokerto dan beberapa orang dari ormas lain, bahwa kondisi saat ini seperti dikembalikan pada jaman orde baru dengan tindakan represifitas dari pihak pemerintah. Namun kondisi saat ini dianggap jauh lebih berbahaya, karena kepentingan pemilik modal sudah berani menggunakan cara-cara kekerasan ala orde baru.

Dalam tuntutan aksi tersebut, mereka meminta:
  1. Kapolri turun tangan langsung dalam pengusutan tuntas kasus tersebut.
  2. Penyidikan kasus tersebut oleh pihak kepolisian Garut secara terbuka.
  3. Bahwa senjata organik adalah tanggung jawab polisi, maka polisi harus bertanggung jawab.
  4. Menuntut Mabes Polri untuk mengungkap motif dibalik penembakan aktivis tersebut.

Aksi diakhiri dengan menyanyikan lagu darah juang secara khidmat. Walaupun aksi tidak terlalu banyak, namun itu cukup menarik perhatian banyak orang yang melintas jalan HR. Bunyamin. (BMW)

Rabu, 07 Juli 2010

Banyumas Bentuk Kelompok Pemantau Siaran

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 20.53
Kamis, 17 Juni 2010

PURWOKERTO, KOMPAS.com--Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah membentuk Kelompok Pemantau Siaran Radio dan Televisi di Kabupaten Banyumas untuk membantu program kegiatan komisi ini.


"Kelompok pemantau ini telah dibentuk kemarin (Selasa) saat kami menggelar pertemuan dengan KPID Jateng di Aula Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Kabupaten Banyumas," kata Kepala Dinhubkominfo Kabupaten Banyumas Kartiman di Purwokerto, Rabu.


Menurutnya, kelompok pemantau yang beranggotakan 20 orang dari berbagai organisasi sosial kemasyarakatan ini bertugas membantu tugas-tugas KPID Jateng untuk memantau isi siaran radio dan televisi di Kabupaten Banyumas.


Dalam hal ini, kata dia, KPID menugaskan kelompok tersebut memantau selama satu bulan ke depan delapan isi siaran radio dan televisi, antara lain siaran yang mengandung unsur pornografi serta mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).


Selain itu, lanjutnya, pemantauan juga dilakukan terhadap isi siaran yang mengandung unsur penghinaan, mengandung unsur perjudian, iklan paranormal yang menyesatkan, iklan yang merendahkan nilai-nilai agama, iklan pengobatan alternatif yang tidak rasional, dan hal-hal lain yang tidak baik menurut pandangan masyarakat.


"Laporan pemantauan yang berhasil dihimpun selanjutnya dikoordinasikan dengan Dinhubkominfo untuk diteruskan ke KPID Jateng. Kelompok ini juga bisa langsung mengakses ke KPID," katanya.


Ia mengatakan, kelompok pemantau ini diharapkan bisa memberikan masukan kepada KPID dalam hal isi siaran radio dan televisi sebagai wujud kepedulian terhadap pembangun bangsa melalui siaran-siaran dan tayangan-tayangan yang sehat dan mendidik.

Ratusan Guru Purbalingga Demo ke Jakarta

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 20.42


Purbalingga, CyberNews.
Ratusan guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purbalingga menggelar aksi di Jakarta, Rabu (12/5). Guru-guru anggota PGRI ini bergabung bersama ribuan guru lainnya di Indonesia untuk melakukan demonstrasi di Kementerian Agama RI.

Rombongan guru dari Purbalingga berangkat Selasa sore (11/5). Jumlah guru yang ikut 385 orang diangkut 7 bus, terdiri dari satu bus pengurus PGRI Kabupaten dan Kecamatan, dan enam bus lainnya para guru agama.

"Kami menuntut agar kuota sertifikasi guru agama segera ditambah. Selama ini, para guru agama harus menunggu jatah kuota sertifikasi yang ditentukan oleh Kementerian Agama RI," ujar Ketua Pengurus Daerah (PD) PGRI Purbalingga, Iskak.

Ia mengatakan, kuota guru agama Purbalingga sekarang ini masih sangat kecil. Sebelumnya mereka mendapat informasi kuota untuk Purbalingga ditambah. Namun kenyataanya sampai sekarang itu belum direalisasi. Mereka juga akan fokus pada tuntutan sertifikasi guru agama dengan NIP 13 yang ditugaskan ke sekolah-sekolah umum.

"Kami ingin menagih janji," tandasnya.

PGRI Purbalingga, kata Iskak, akan memperjuangkan agar para guru agama mendapat kesempatan uji sertifikasi untuk menjadi pendidik profesional sebagaimana yang telah diterima oleh para guru lainnya. Karena itu mereka meminta agar ada penambahan kuota dari pusat.

( Trisno Suhito)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/05/12/54268/Ratusan-Guru-Purbalingga-Demo-ke-Jakarta

Pemberhentian Bupati Tertunda

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 20.39
06 Juli 2010

Rata Penuh
KEBUMEN - Rapat Paripurna DPRD Kebumen dengan agenda usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Kebumen periode 2005-2010 yang berakhir masa jabatannya, gagal digelar Senin (5/7). Pasalnya, anggota legislatif yang hadir dalam rapat pleno tersebut tidak memenuhi kuorum.

Berdasarkan daftar hadir, dari total 50 anggota Dewan, jumlah yang hadir hanya 29 orang. Padahal, untuk bisa mencapai kuorum, sekurang-kurangnya harus dihadiri 3/4 dari jumlah anggota DPRD atau 37 wakil rakyat. Artinya, masih kurang delapan orang lagi agar rapat tersebut bisa memenuhi kuorum.

Sesuai dengan jadwal, sidang pleno tersebut semestinya dimulai pukul 09.00 WIB. Namun demi menunggu kedatangan anggota Dewan yang lain, sidang baru dimulai pukul 10.30 WIB.

Sayangnya, jumlah anggota Dewan yang datang belum juga memenuhi batas minimal. Padahal, Bupati KH M Nashiruddin Al Mansyur dan Wakil Bupati H Rustriyanto SH hadir tepat waktu di lembaga legislatif tersebut. Demikian pula para pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen.

Berdasarkan pemantauan Suara Merdeka, tidak hanya anggota, unsur pimpinan Dewan juga tidak lengkap. Dari empat pimpinan Dewan, hanya dua yang hadir yakni Ketua DPRD Ir Budi Hianto Susanto dari Fraksi PDIP dan Wakil Ketua DPRD H Yusuf Cahyono BSc dari Fraksi PPP. Dua wakil ketua lainnya, yakni H Suprapto HS dari Fraksi Partai Golkar serta Agus Kurniawan dari Fraksi Partai Demokrat absen.

Anggota Dewan dari Partai Demokrat yang daftar hadirnya terisi tanda tangan hanya dua orang, yakni Aksin dan Maijan. Bahkan, seluruh anggota dari Partai Golkar yang berjumlah tujuh orang kompak absen. Demikian pula empat anggota Dewan dari Fraksi PKB juga tidak menampakkan wajah.

Anggota Dewan yang komplet hadir yakni dua orang dari PKS, tiga dari PKNU, dan satu dari Partai Gerindra. Seluruh anggota PDIP hadir kecuali H Probo Indartono SE MSi.

Dua dari Fraksi PAN diketahui tidak hadir, yakni H Barli Halim SE dan Taufik Hamzah SIP. Tiga anggota dari PPP juga tidak terlihat. (bmw)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/07/06/115726/Pemberhentian-Bupati-Tertunda
06 Juli 2010

Jumat, 18 Juni 2010

Uang Sumbangan di RSBI, Titipan??

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 22.54


PURWOKERTO - Sejumlah sekolah berlabel RSBI di Banyumas yang telah menarik sumbangan dari orangtua calon siswa menganggap uang itu sebagai uang titipan. Sumbangan tetap yang pasti menunggu rapat akhir komite dengan orang tua siswa dan pihak sekolah untuk menyusun RAPBS.

Uang titipan itu dipakai untuk membantu keperluan operasional sekolah lebih dulu selama dua bulan, Juli-Agustus. Alasannya, pihak sekolah dan komite belum menggelar rapat untuk memutuskan RAPBS.
Hal itu dilakukan oleh hampir semua sekolah RSBI, sekolah yang membuka kelas akselerasi, maupun yang menerima siswa melalui jalur penelusuran minat, prestasi dan bakat (PMPB).

Pihak sekolah mengaku penarikan dilakukan setelah ada pengumuman. Untuk SMP sudah berlangsung beberapa waktu lalu, yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Purwokerto.

Sedangkan SMK yang sudah mengumumkan 7 Mei lalu yakni SMKN 1 Purwokerto. Sedangkan SMKN 3 dan SMK Telkom akan mengumumkan hasil seleksi PPD serentak pada 10 Juni bersama SMA 1, 2, SMA Sumpiuh dan SMA Ajibarang.

Kepala SMA I Maryono mengungkapkan, untuk jalur PMPB sudah ada ketentuannya. Di sekolahnya, dari jalur ini diterima 30 anak, dan mereka sudah menitipkan sumbangan rata-rata Rp 2,5 juta. ''Namun, jumlah riilnya tetap menunggu rapat Agustus nanti,'' katanya, kemarin.

Jumat, 28 Mei 2010

Unjuk Rasa Warnai Harkitnas di Purwokerto

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 23.38

PURWOKERTO--: Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Banyumas, Jawa Tengah, diwarnai demonstrasi oleh dua kelompok massa, kamis (20/5).

Kelompok pertama adalah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Banyumas Bersatu (Alat Bambu) dan kelompok dari Front Persatuan Pembebasan Nasional (FPPN) Purwokerto. Mereka menggelar unjuk rasa pada waktu berbeda.

Alat Bambu yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa seperti HMI, HMI MPO, PMII, PMKRI, FMN, KAMMI dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto berunjuk rasa di sejumlah titik, di antaranya adalah Perempatan Palma Jalan Jenderal Soedirman, RRI Purwokerto dan Alun-Alun Purwokerto.

Dalam aksinya tersebut metreka juga membawa berbagai macam poster berisi kritikan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono yang dinilai sebagai sebagai agen neoliberalisme.

"Pemerintah harus segera merealisasikan anggaran pendidikan 20 persen di luar gaji guru. Kami juga minta pemerintah turun tangan untuk menghentikan liberalisasi pendidikan. Banyak warga miskin yang tidak sekolah gara-gara biaya yang begitu melambung," kata Koordinator aksi Harry saat berorasi di Alun-Alun Purwokerto.

Para mahasiswa itu juga menggelar aksi teatrikal, dengan menyeret orang menggunakan tali oleh seseorang yang memakai dasi untuk menggambarkan penindasan terhadap masyarakat miskin.

Usai aksi itu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam FPPN juga mendatangi Alun-Alun Purwokerto. Mereka menyerukan supaya masyarakat bersatu dalam semangat gotong-royong dalam ekonomi dan politik dan menyatakan Pancasila sebagai alat perjuangan antineoliberalisme.[BMW]
HMI KU UNTUK
INDONESIA BARU