Sabtu, 30 Oktober 2010

Cemilan ala Stay Tuned I :

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 01.32


“Dibalik Bencana Yang Melanda Negriku”

Oleh : Akmal*


Suatu kewajiban bagi semua umat untuk selalu menjaga alam-Nya. Rakhmatan lil’alamin adalah tanggung jawab bagi manusia saat berada di muka bumi. Demikian Allah SWT menegaskan dalam firmannya Q.S. Al-Baqarah, ayat 11 yang artinya : “Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

Catatan sejarah mebuktikan semakin banyak terjadi tragedi bencana di sana-sini, bahkan sampai ada yang beranggapan bahwa saat ini Allah SWT telah murka karena ulah manusia yang tidak mau peduli lagi akan alamnya. Bencana banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, gunung meletus, kecelakaan kereta api, jatuhnya pesawat terbang, karamnya kapal laut dan berbagai macam tragedi lainnya yang memakan banyak korban jiwa adalah gambaran sudah demikian seringnya sang penguasa alam menegur kita

Masih di Q.S. Al-Baqarah, Allah SWT berfirman di dalam ayat 117 bahwa : “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia.”. Manusia di hadapannya adalah hanya makhluk lemah yang tak berdaya, jika Allah berkehendak maka hari ini pun Allah bisa saja memerintahkan kepada malaikat Isrofil untuk meniupkan terompet sangkakala, maka hancur leburlah sudah Indonesiaku ini.

Masih ada sedikit waktu untuk kita renungi bersama tentang kondisi alam ini, “dibalik bencana yang melanda negriku” ini sudahkah kita mau merawat alam? Sudahkah kita menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya? Jangan-jangan gempa bumi yang terjadi di sekitar kita adalah ulah kita yang selalu berbuat dzholim kepada sesama – termasuk berbuat dzholim kepada alamnya. Mari kembali mengingat-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya dengan selalu bermunasabah kepada-Nya.


*Penulis adalah kader HMI (MPO) Komisariat FISIP, yang saat ini kuliah di jurusan Ilmu Politik sks 2010.

Rabu, 20 Oktober 2010

Pernyataan Sikap dan Tuntutan

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 23.24
Aliansi Rakyat Banyumas Bersatu (alat bambu)
HMI (MPO), BEM FISIP, FMN, GMNI, HMI Dipo, IMM, PMKRI, PMII, KAMMI, LMND IPM, SRMI, BEM Unsoed

20 oktober, tepat satu tahun pemerintahan rezim SBY-Boediono jilid 2 berkuasa. setelah satu tahun rezim ini memerintah, banyak sekali terjadi persoalan yang memicu gejolak sosial masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terihat dari berbagai sektor mulai dari wilayah pendidikan, kesehatan, penegakan HAM, supermasi hukum, korupsi, lingkungan hidup, dll. yang belum terselesaikan sampai sekarang dan manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh rakyat. Program-program yang ditawarkan SBY pun tidak dapt menjawab permasalahan tersebut. Salah satu penyebabnya adalah orientasi program pemerintah seama ini hanya bersifat sektoral, bukan holistik. Selain itu, pemerintah lebih mengutamakan proyek-proyek pembangunan belaka tanpa membangun peradaban publik yang layak.

Bila kita mengacu pada data BPS tahun 2010, menunjukkan bahwa dari persebaran jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,6 juta jiwa, angkatan kerja negara Indonesia berjumlah 116 juta. Dari jumlah tersebut, jumlah pengangguran sebesar 8,9 juta, sedangkan anka kemiskinan mencapai sekitar 32,74 juta jiwa. Lebih dari 53 juta orang bekerja sebagai buruh, dan 42,83 juta lainnya bekerja sebagai petani.

Sementara, hutang luar negeri Indonesia tercatat sebesar 2500 trilyun rupiah, diantaranya dibuat selama 5 tahun pemerintahan SBY sebesar 300an trilyun. Belum lagi kerugian negara akibat illegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 trilyun/tahun. Semakin merebaknya kerusakan ekologis dan alih fungsi lahan dari program develpmentalisme, hampir di seluruh penjuru bumi pertiwi mengakibatkan banyak terjadi bencana alam seperti: bajir, longsor, dl yg banyak menelan korban.

Berangkat dari keadaan obyektif ini, kami dari ALATBAMBU menuntut SBY segera menyelesaikan permasalahan ini. Maka dari itu kami menuntut:
1. realisasikan angaran pendidikan 20%
2. berikan lapanga pekerjaan
3. akses kesehatan untuk seluruh rakyat
4. tegakkan hukum dan usut tuntas kasus pelanggaran HAM
5. menghentikan pemerintaan neolib
6. hentikan eksploitasi hutan dan alih fungsi hutan
7. berantas korupsi tanpa tebang ilih
8. bangun sumber ketahanan pangan nasional melaui keuatan otonomi daerah
9. hapus hutang luar negeri Indonesia
10. jaga integritas dan kedaulatan negara
11. nasionalisasi industri pertambangan.

Apabila tuntutan ini tidak dapat direalisasikan, maka kami meminta dengan hormat kepada SBY agar berkenan untuk MUNDUR dari jabatannya.

Aliansi Rakyat Banyumas Bersatu (ALAT BAMBU) Meminta SBY dengan Legowo untuk Mundur

— LAPMI HMI-MPO PURWOKERTO @ 23.18


LAPMI Purwokerto- ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Basnyumas Bersatu atau yang disingkat ALATBAMBU melakukan aksi unjuk rasa terkait evaluasi 1 tahun kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Ratusan masa yang terdiri dari berbagai organisasi pelajar, kemasyarakatan, mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed dan STAIN, bergerak dari depan kampus pusat Universitas Jenderal Soedirman sekitar pukul 09.30wib menuju kantor RRI Purwokerto dan DPRD Banyumas.

Demostrasi yang di kordinatori oleh Alex melakukan long march dan menuntut perbaikan kondisi bangsa dan negara yang saat ini dinilai semakin tak membawa angin perubahan ke arah yang lebih baik. Pemerintahan SBY yang telah dua periode memerintah dinilai malah semakin membawa kemunduran. Beberapa aspek yang menjadi sorotan dalam evaluasi kinerja SBY diantaranya adalah persoalan pendidikan, penegakan HAM, jaminan kesehatan, supremasi hukum, korupsi, lingkungan, hingga persoalan kedaulatan negara.

Seperti yang disebutkan dalam press realesse bahwa dari angkatan kerja Indonesia yang mencapai 116 juta jiwa, sekitar 8,9 juta merupakan engangguran dan lebih dari 53 juta orang bekerja sebagai buruh dan 42,83 juta orang lainnya bekerja sebagai petani. Sementara itu persoalan hutang luar negeri Indonesia yang mencapai 2500 (dua ribu lima ratus) trilyun menjadi permasalahan penting yang perlu dipikirkan jalan keluarnya. sebab dari jumlah utang tersebut, sekitar 300an trilyun dibuat dalam masa pemerintahan SBY. Angka ini belum ditambah dengan kerugian negara akibat illegal logging yang mencapai 83 milyar/hari atau mencapai 30,3 trilyun/tahun. Dampak ekologi dari pembalakan liar dan juga ekspolitasi SDA oleh perusahaan asing telah mengakibatkan kerusakan ekosistem di Indonesia yang diangap sebagai salah satu paru-paru dunia.

Berdasarkan beberapa persoalan yang disoroti itu, ALAT BAMBU menuntut pemerintah SBY-Boediono untuk memperbaiki keadaan dan apabila tuntutan itu tidak mampu direalisasikan, maka meminta dengan hormat kepada SBY-Boediono secara legowo untuk mundur dari jabatannya.

Aksi masa ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian sejak awal keberangkatan, bahkan ada beberapa orang dari polisi yang turut berjalan kaki mengawal jalannya aksi. Rombongan demonstran ini melakukan orasi di setiap perempatan, di depan kantor RRI purwokerto, dan depan gedung DPRD Kabupaten Banyumas. Di depan gedung dewan, para demonstran ditemui oleh anggota DPD. Sempat juga ada salah seorang tukang becak yang melakukan orasi untuk menagih janji SBY ketika kampanye Pilpres dahulu. Intinya ia tidak ingin sekedar janji, tetapi bukti nyata. (BMW)

HMI KU UNTUK
INDONESIA BARU